Untuk memakai samaran, mata-mata tidak hanya sekedar mengubah penampilannya. Mereka harus benar-benar bertindak dan bertingkah laku tidak seperti iasanya. Mereka harus menjadi bagian dari legenda mata-mata, cerita yang mendukung samara yang telah dipilihnya. Cobalah kegiatan berikut ini untuk mempelajari teknik untuk menyamar menjadi orang lain.

 

Bahan-bahan:

–          Gunting

–          Beberapa lembar kertas

–          Pensil

 

Cara Kerja:

  1. Potong setiap lembar kertas menjadi dua bagian.
  2. Pada setiap potongan kertas, tulislah kata sifat yang menunjukkan emosi tertentu, seperti “marah,” “bahagia,” “sedih,” atau “bosan.”
  3. Mintalah bantuan teman-temanmu untuk membentuk lingkaran. Letakkan potongan-potongan kertas dengan posisi terbalik di tengah lingkaran.
  4. Mintalah salah satu orang untuk memilih kertas dan kemudian melihat kata yang tertulis di kertas itu dan tidak memperbolehkan orang lain melihatnya.
  5. Suruhlah temanmu memeragakan apa yang tertulis di kertas tanpa berbicara, sedangkan yang lain menebak kata tersebut.
  6. Setelah kata itu ditebak dengan tepat, berikan giliran kepada teman yang lain. Teruskan sampai semua orang mendapat giliran.

 

Kegiatan yang lebih mengasyikkan:

Cobalah menulis kategori kata yang lain pada sisa potongan kertas. Sebagai contoh, selain kata sifat yang menggambarkan emosi, tulislah jenis-jenis pekerjaan, seperti “polisi,” “guru,” “dokter,” “tukang kayu.”

 

Penjelasan:

Bertukar informasi, atau berkomunikasi, melibatkan lebih dari sekedar kata-kata. Ekspresi wajah dan bahasa tubuh menyingkap lebih banyak tentang kita dari apa yang kita katakan. Ilmuwan behavorial, ilmuwan yang mempelajari tingkah laku manusia pada situasi tertentu, telah menemukan bahwa bahasa tubuh mungkin lebih penting daripada kata-kata. Sebagai contoh, jika seseorang berteriak dan melambai-lambaikan tangannya, namun mengatakan bahwa ia tidak marah, tindakannya akan berbicara lebih keras daripada kata-katanya. Kalian mungkin akan berpikir bahwa ia marah, walaupun ia mengatakan tidak.

Agen rahasia yang handal menggunakan teknik yang sama seperti teknik yang digunakan oleh actor. Ketika mereka melakukan penyamaran, misalnya sebagai seorang guru, mereka harus memastikan bahwa tindakannya sama seperti seorang guru yang sebenarnya.

Ada dua bagian identitas untuk setiap agen rahasia. Samaran adalah penyamaran yang ditirunya. Samaran melibatkan penampilan fisik dan pekerjaan yang ditirunya. Bagian kedua adalah legendanya, yaitu sejarah kehidupan prbadi yang mendukung penyamarannya. Bagian legenda mungkin benar, atau dibuat-buat. Namun, legenda harus sesuai dengan samarannya, dan agen rahasia harus cukup tahu tentang samara dan legendanya agar dapat dipercaya. Seorang agen biasanya menghindari profesi yang tidak dikuasainya.

 

Sepenggal Kisah:

Lafayette Baker adalah seorang mata-mata yang menciptakan samaran yang menarik tapi gagal memerhatikan legendanya. Selama Perang Sipil, ia mengaku sebagai seorang fotografer keliling. Ia berkelana mengelilingi unit militer Konfederasi, mengumpulkan informasi untuk tentara Persekutuan.

Akhirnya, Konfederasi menangkap dan menahan Baker. Bagimana mereka tahu Baker adalah seorang mata-mata? Mereka curiga karena pekerjaan Baker adalah mengambil foto tetapi, ia tidak pernah mencetak satupun. Ia tidak dapat mencetak dan kameranyapun dirusak.

James Rivington dan Robert Townsend adalah mata-mata yang sempurna yang mengetahui cara mempertahankan samarannya. Selama Perang Revolusi Amerika, mereka menjadi rekan di sebuah kafe di New York. Keduanya bertindak seolah mereka setia kepada raja dan sering berbicara tentang sifat pengecut yang dilakukan oleh orang-orang Revolusioner. Kenyataannya, keduanya adalah agen rahasia yang bekerja untuk agen Jenderal George Washington – begitu tertutupnya sehingga tak satupun diantara mereka yang mengetahui bahwa yang lainnya adalah juga seorang mata-mata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s